Di Dukung Oleh PPWI

MUI: Sudah Waktunya Densus 88 Dibubarkan

Jakarta –  Aksi Detasemen Khusus 88 (Densus 88) mendobrak pintu Pesantren Tahfizhul Qur’an al Mukmin, Malang dan membuat histeris santri yang sedang menghafal membuat ulama prihatin.

“Tindakan Densus 88 sudah di luar batas prikemanusiaan. Apalagi sampai menodongkan senjata kepada anak-anak usia muda seperti itu,” papar Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Tengku Zulkarnain, Senin (30/3).

Alasan penyerbuan karena pesantren tersebut milik Helmi Alamudi, salah satu tersangka ISIS, menurutnya,  tak bisa dijadikan pembenaran bertindak arogan.

Menurut Tengku, ada cara-cara yang lebih elegan dan sesuai prosedur penyidikan ketimbang melakukan aksi sensasional.

“Oknum-oknum di tubuh Densus 88 sudah lama disinyalir sangat anti pada Islam dan umat Islam. Sudah waktunya Densus 88 dibubarkan,” tegasnya.(Republika)

DPRD vs Ahok Akhirnya Merembet Ke Lurah dan Camat se-DKI Jakarta ~ Pewarta Tambora

ARTHA GRAHA PEDULI GELAR BERAS MURAH SE JABODETABEK

Jakarta, Artha Graha Peduli menggelar operasi penjualan beras murah di sekitar 100 titik di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, tanggerang dan Bekasi ( JABODETABEK ) untuk membantu Meringankan beban Masyarakat tidak Mampu menyusul kenaikan harga Beras yang terus Melambung.

Penjualan Beras Murah ini digelar sebagai Kepedulian Kami , mudah mudahan bisa meringankan beban bagi masyarakat kecil yang terkena naiknya harga beras, Tutur Ketua Harian Artha Graha Peduli INDRA S BUDIANTO di Jakarta, Kamis di Kawasan ARTHA GGRAHA SCBD Sudirman.
Harga Beras di pasar induk mencapai mencapai sekitar Rp. 9.000,- /Per Kg. Sedang dalam Operasi Pasar Murah Artha Graha Memberikan Harga Beras 2 KG Cuma Rp.15.000,- denga harga Per Kg mencapai Rp.7.500,-

Menurut Indra, penjualan beras Murah ini untuk membantu Para Pekerja KAsar atau Pekerja yang terimbas dampak kenaikan Harga Beras Seperti, Office Boy, Supir,Teknisi, Tukang Ojek dan masyarakat sekitar yang terkena dampak kenaikan Harga beras yang bermukim dan bekerja disekitar Perkantoran ARTHA GRAHA se Jabodetabek.

Penjualan Harga beras ini juga mendukung Pemerintah Untuk menstabilkan Harga beras Yang belum juga terlihat Tanda tanda dari Penurunan Harga Beras dan dalam beberapa Pekan ini menunjukan bahwa harga beras Melambung,.

Indra Mengatakan Artha graha selalu Terpanggil untuk berbagi kepada masyarakat dan Pendiri Artha Graha juga Ikut andil seperti kenaikan Harga Daging sapi beberapa Tahun lalu sangat membantu Masyarakat, Juga disaat kenaikan harga Beras Artha GRaha Peduli sangat berusaha bersama sama Pemerintah mempercepat Stabilnya Harga Beras di pasaran, Katanya.

Banyak yang Sudah diperbuat Artha Graha Peduli dalam membantu dan berbagi kepada Masyarakat seperti halnya , PASAR MURAH dilakukan saat Kenaikan BBM di bulan Desember menjelang NATAL dalam sebulan Penuh dimulai 27 November 2014, PASAR MURAH yang digelar lebih dari 2000 titik di seluruh Indonesia dari Aceh hingga ke Papua dan PASAR MURAH ini adalah Salah Program Yayasan Artha Graha Peduli yang dilakukan Sepanjang Waktu di berbagai kesempatan.

Kegiatan ini dilakukan di Kantong kantong Masyarakat yang kurang mampu sehingga benar benar mengenai titik Permasalahan dan dapat dirasakan Masyarakat Kurang Mampu pada Umumnya, disekitar wilayah kerja usaha Artha Graha Network dan secara Umum dilakukan diseluruh Indonesia, Demikian Ujar Indra S.Budiman.(SKIH)

Logo Dan Filosofi


Kesempatan Berkarya

Anda mau berkarya di Pewarta Jakarta Sebagai :
- Wartawan di DKI Jakarta
- Kepala Biro Jakarta Barat
- Kepala Biro Jakarta Selatan
- Kepala Biro Jakarta Utara
- Kepala Biro Jakarta Timur
- Kepala Biro Jakarta Pusat
- Kepala Biro Kepulauan Seribu

Syarat :
- Pria/Wanita Umur Maksimal 20 Tahun
- Memiliki KTP DKI JAKARTA.
- Anggota PPWI PUSAT
- Bisa Bekerja Dalam Satu TIM
- Berdedikasi dan Pekerja Keras


Silahkan, Kirimkan Data Diri Anda pada kami :
Email : pewartajakarta@gmail.com


Sejarah Pewarta Jakarta



Pewarta Jakarta merupakan portal media yang menyajikan informasi yang terbentuk berdasakan teknologi perpaduan web platform, social network dan hipertextmedia. Dengan adanya perputaran informasi dan perkembangan teknologi yang pesat, Pewarta Jakarta hadir dengan berbagai fitur yang modern.

Informasi yang disampaikan diperbarui secara berkelanjutan yang termuat dalam beberapa rubrik. Portal dengan Tagline Bersatu Dalam Bingkai Jurnalisme Warga jakarta ini mulai resmi mengudara pada 02 Februari 2015.


Apa itu Pewarta Jakarta ?

Pewarta Jakarta adalah Medianya jurnalisme warga Jakarta bagi para jurnalisme warga DKI Jakarta, yang bertujuan untuk menegakkan hak kebebasan berekspresi sebagai warga negara. Para pegiat Pewarta Jakarta melakukan kerja-kerja jurnalistik untuk mendorong tata kelola kebijakan publik yang memihak pada rakyat yang terpinggirkan


Apa visi dan Misi Pewarta Jakarta?

Visi Pewarta Jakarta
Mendorong hak kebebasan berekspresi warga masyarakat DKI Jakarta
Membangun Bersama Wilayah DKI Jakarta lebih baik. 
Misi Pewarta Jakarta
(1) menyelenggarakan kegiatan pengelolaan informasi warga melalui metode jurnalistik,
(2) mengembangkan kapasitas anggota di bidang jurnalistik.
(3) mengembangkan kaspasitas anggota di bidang Design, Fotografer, dll
(4) Melaksanakan fungsi Media Online dan Surat Kabar: sebagai penyaji informasi, kontrol sosial, pendidikan, hiburan, dan fungsi ekonomi.


Siapa Anggota Pewarta Jakarta ?
Keanggotaan Pewarta Jakarta bersifat sukarela. Seseorang mendapat bukti keanggotaan setelah melalui serangkai proses pengembangan kapasitas di Pewarta Jakarta. Sejauh ini, anggota Pewarta Jakarta berasal dari anggota PPWI (Persatuan Pewarta Warga Indonesia), serta para pegiat media rakyat, seperti radio komunitas, buletin komunitas, pengelola telecenter, dan warga biasa.

Bagaimana Cara Bergabung Dengan Pewarta Jakarta?
Pewarta Jakarta memiliki sejumlah kantor biro yang disebut sebagai Koordinator Wilayah di setiap Wilayah Kecamatan maupun Wilayah Kelurahan Masing-masing yang berhak untuk merekrut para pewarta diwilayahnya masing-masing, agar dapat menyelenggarakan kegiatan pengembangan kapasitas Pewarta Jakarta.

Kepala biro atau Koordinator Wilayah tersebut mengumpulkan informasi berupa tulisan, foto, video yang didapat dari para kontributor, yang kemudian diberikan atau dikirim langsung ke Redaksi pusat untuk segera dapat ditayangkan.

Sebelum penayangan akan ada penyunting yang mana penyuntingan akan dilakukan di kantor pusat, fungsinya untuk melakukan serta berhak memutuskan apakah informasi tersebut layak untuk dimuat atau tidak.

Intinya adalah, sekecil apapun informasi yang diberikan kontributor dari setiap wilayah masing-masing, itu merupakan suatu kebanggan dan penghargaan bagi kami atas informasi yang diberikan teman-teman dari anggota Pewarta Jakarta.

Pentingnya Pewarta Warga Jakarta?
Pewarta Jakarta hadir sebagai sarana untuk menyuarakan suara-suara warga Jakarta, khususnya akar rumput. Pewarta Warga Jakarta melihat selama ini terjadi pengacuhan terhadap kondisi nyata di masyarakat. Pewarta Jakarta memimpikan masyarakat memiliki kekuatan tawar di hadapan pihak-pihak yang berwenang sehingga ikut dan mampu menentukan arah kemajuan wilayah masing-masing di kelurahan maupun di kecamatan. Selain itu, Pewarta Warga Jakarta mendorong komunikasi dua arah antara pihak-pihak yang berwenang dengan masyarakat di akar rumput. 

Informasi apa yang dikelola oleh Pewarta Jakarta?
Pewarta Tambora menyebarluaskan informasi-informasi local/seputar wilayah dikelurahan masing-masing yang selama ini jarang terliput oleh media-media besar, baik berupa tulisan, foto, video, dan audio. Pewarta Tambora menyebarluaskan informasi-informasi yang dibuat para pegiat media komunitas kepada para pihak-pihak yang berwenang. 

Apakah saya mendapat perlindungan dalam mencari informasi?
Setiap pegiat media komunitas yang tergabung dalam Pewarta Jakarta akan dibekali dengan kartu PERS yang secara khusus dikeluarkan oleh Redaksi Pewarta Jakarta. Kartu PERS ini adalah jaminan bahwa pegiat media komunitas bebas untuk mencari informasi yang ada di sekitarnya untuk disampaikan ke khalayak umum. Hal ini diatur dalam pasal 4 ayat 3 UU no 40 Tahun 1999 Tentang Pers yang menyatakan bahwa “Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, menyebarluaskan gagasan dan informasi”

Apakah Media Online Pewarta Jakarta dapat Diketahui Keberadaannya ?
Media Online Pewarta Jakarta tidak hanya disiarkan di Internet yang kemudian di share langsung pada setiap jejaring social, seperti Facebook, Twitter, serta link Media Pemerintahan, maupun Media Partner lainnya agar dapat diketahui setiap informasi yang diberikan dari setiap kontributor, yang kemudian dapat ditindaklanjuti dari setiap instansi terkait.

Pewarta Jakarta juga menerbitkan Media Cetaknya bernama Surat Kabar Umum Pewarta Jakarta yang dapat dibaca oleh seluruh anggota Pewarta Jakarta serta dapat disebarluaskan di seluruh wilayah Kelurahan, Kecamatan Se-DKI Jakarta, serta Instansi kepemerintahan Pusat.

Kode Etik Pewarta Warga Jakarta
Pegiat Media Online & Media Cetak Pewarta Jakarta, khususnya yang telah memegang kartu pers, harus tunduk pada Kode Etik Pewarta Jakarta. Jika kedapatan menyalahgunakan profesi atau menerima suap, maka kartu pers akan ditarik dan mendapat sanksi moral dan disingkirkan dari jaringan pegiat-pegiat media komunitas di seluruh Indonesia. 

Lisensi
Seluruh produk Pewarta Jakarta berfaliasi dengan Organisasi PPWI Pusat (Persatuan Pewarta Warga Indonesia). Siapapun diperbolehkan menggunakan sebagian atau seluruh produk Suara Komunitas dengan menyebutkan sumbernya dan mereka juga memperbolehkan produknya untuk digunakan dengan aturan serupa.
         

Bupati Kepulauan Seribu Bakal Polisikan Pencuri Pasir

Bupati Kepulauan Seribu, Tri Djoko Margianto dibuat geram oleh aksi pencurian pasir di wilayah Kepulauan Seribu yang diduga dilakukan oleh kapal berinisal CC berbendera Luxemburg. Untuk itu, dalam waktu dekat, pihaknya berencana melaporkan kasus tersebut ke Mapolda Metro Jaya.
" Saya sudah lapor ke Pak Gubernur. Secepatnya kami juga akan buat laporan ke Polda Metro Jaya"
Seperti diberitakan sebelumnya, kasus pencurian pasir di wilayah Kepulauan Seribu banyak dikeluhkan masyarakat, khususnya di Pulau Lancang dan Pulau Pari. Bahkan, diduga karena dicuri, keberadaan Pasir Perawan yang merupakan sebuah gundukan pasir seluas 1 hektare yang menyerupai pulau di sebelah utara Pulau Pari kini tidak tampak lagi.

"Warga kerap melaporkan jaring ikan mereka rusak. Mereka menduga itu karena tersedot kapal yang sedang mengambil pasir dari bawah laut," ujar Tri, Jumat (27/2).

Tri mengaku sudah melakukan penyelidikan atas laporan warga tersebut dan menelusuri kapal yang diduga melakukan pencurian pasir hingga ke perairan Pantai Indah Kapuk (PIK).

Dari hasil penyelidikan dan penelusurannya itu, diduga kuat memang terjadi pencurian pasir di wilayan Kepulauan Seribu. Pihaknya pun sudah melaporkan hal tersebut ke Gubernur DKI Jakarta.
"Saya sudah lapor ke Pak Gubernur. Secepatnya kami juga akan buat laporan ke Polda Metro Jaya. Sebab kalau dibiarkan dapat menyebabkan abrasi di pulau," tandasnya.(bjc)

Tanpa IMB, 2 Bangunan di Pulau Tidung Dibongkar

Dua bangunan permanen di RT 07/02 Kelurahan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan, Kepulauan Seribu, Senin (23/2), dibongkar paksa karena tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
"  Pantai merupakan tempat umum sehingga tidak boleh dikuasai perorangan. Apalagi membangun tembok atau pagar pembatas"
Dua bangunan yang berada tepat di pinggir laut tersebut juga disinyalir berdiri di atas lahan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum).

Sejak Jumat (13/2) lalu, kedua bangunan yang memiliki luas 120 meter persegi dan 200 meter persegi itu diketahui sudah disegel. Namun pemiliknya tetap nekat melanjutkan proses pembangunannya.
Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Budi Utomo mengatakan, banyak pemilik modal serta warga setempat yang nekat membangun sebelum mengurus perizinan.

"Padahal bisa saja lokasi mereka membangun menyalahi tata ruang. Pantai merupakan tempat umum sehingga tidak boleh dikuasai perorangan. Apalagi membangun tembok atau pagar pembatas," kata Budi.

Budi mengingatkan, salah satu masalah yang kerap muncul di Kepulauan Seribu yakni terjadinya abrasi. Untuk itu ia mengimbau masyarakat agar tidak mendirikan bangunan di pinggir laut atau menguruk pasir di laut.

Kepala Satpol PP Kepulauan Seribu, Partono menuturkan, pihaknya mengerahkan 30 personel untuk membongkar dua bangunan tersebut.

"Selain membongkar dua bangunan itu, kami juga menghentikan pembangunan sebuah bangunan di lahan seluas sekitar 600 meter,  karena tidak memiliki IMB. Diduga, bangunan dengan jumlah kamar sebanyak 30 unit itu akan dibuat menjadi penginapan," jelas Partono.(bjc)

Cuaca Ekstrem, Kapal Nelayan Tenggelam di Pulau Seribu

Cuaca ekstrem yang memicu angin kencang dan ombak tinggi kembali memakan korban. Kali ini, sebuah kapal nelayan KM Aditya tenggelam di Perairan Pulau Karang Balik Layar sebelah timur, Kepulauan Seribu. Beruntung, kelima awak kapal dapat diselamatkan sehingga tidak sampai menyebabkan korban jiwa.
" Setelah kapal kita tiba ternyata masih ada nelayannya di sana. Langsung kita evakuasi semuanya ada 5 orang"
Kejadian bermula saat KM Aditya berlayar Kamis (19/2) malam dari Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara. Nahas, belum jauh melaut kapal diterjang ombak besar hingga terbawa dan tenggelam di perairan sekitar Pulau Karang Balik Layar Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara.

Salah seorang awak kapal, warga RT 06/01 Pulau Panggang, Riki (32), mengatakan, saat kapalnya baru berlayar meninggalkan Pulau Panggang, tiba-tiba diserang badai sehingga terbawa ke perairan Pulau Karang Balik Layar. Pada saat terseret  ombak itulah lambung kapal mengalami kebocoran.

"Tiba-tiba kabut tebal datang, kemudian kapal terbawa arus ke Pulau Karang Balik layar. Pada saat terombang-ambing itu kapal terkena karang hingga bocor dan tenggelam," katanya, Jumat (20/2).

Di kapal tersebut, kata Riki (32), ia bersama awak lainnya yakni Jamal (28), Makmun (30), Safri (28), dan Mahdi (35). Ke semuanya adalah warga RW 01 Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, yang berniat mencari ikan di sekitar Pulau Panggang.

Kepala Seksi Operasional Sudin Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kepulauan Seribu, Sudarno, mengatakan, pihaknya mendapat mendapat laporan dari warga tentang adanya kapal tenggelam di perairan Pulau Karang Balik Layar, sekitar pukul 06.10. Pihaknya kemudian mengerahkan 1 unit kapal untuk mengecek lokasi.

"Setelah kapal kita tiba ternyata masih ada nelayannya di sana. Langsung kita evakuasi semuanya ada 5 orang," ujarnya.

Dari kejadian tersebut, Sudarno memastikan tidak korban jiwa. Namun, kerugian secara material karena tenggelamnya kapal mencapai puluhan juta rupiah.(bjc)

Kantor Transit Pemkab Kepulauan Seribu Akan Ditutup

Untuk mengefektifkan kinerja pegawai serta mengoptimalkan pelayanan terhadap masyarakat, Kantor Transit Pemkab Administrasi Kepulauan Seribu yang berlokasi di Gedung Mitra Praja di Jalan Sunter Permai, Tanjung Priok, Jakarta Utara, akan ditutup.
"Kita sudah lihat dan hitung, kondisinya sudah siap. Kalaupun ada yang kurang, mungkin dari sisi kebersihan dan toilet "
Ke depan seluruh administrasi pemerintahan, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) akan dipusatkan di Pulau Karya dan Pulau Pramuka di Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara.

Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Budi Utomo menjelaskan, penutupan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama, dengan harapan kinerja pegawai makin efektif serta mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Budi menyebutkan, sebelum Kantor Transit Pemkab Administrasi Kepulauan Seribu resmi ditutup, pihaknya sudah melakukan peninjauan ke Pulau Karya dan Pulau Pramuka.

Saat ini fasilitas gedung pemerintahan di Pulau Pramuka serta wisma dan rumah dinas pegawai di Pulau Karya, secara keseluruhan sudah layak untuk dioperasikan.

"Kita sudah lihat dan hitung, kondisinya sudah siap. Kalaupun ada yang kurang, mungkin dari sisi kebersihan dan toilet. Nanti bisa kita perbaiki sambil berjalan," kata Budi, Selasa (17/2).

Selanjutnya, terkait dengan persiapan aparatur, Budi mengaku sudah mengkoordinasikannya ke seluruh SKPD dan UKPD Pemkab Administrasi Kepulauan Seribu. Terkait infrastrutur dan fasilitas yang dibutuhkan juga segera disiapkan.

"Kita akan dorong secepatnya, kalau bisa minggu ini. Kalau untuk absensi sudah kita koordinasikan, akan disiapkan di Pulau Karya dan Pulau Pramuka," tandas Budi.(bjc)

Nelayan Pulau Kelapa Diduga Hilang Diterjang Ombak

Sebuah perahu nelayan tanpa awak ditemukan di Perairan Pulau Rosa, Kepulauan Seribu Utara, Kepulauan Seribu, Senin (16/2). Diduga, sang pemilik kapal, Jauhani (29), warga RT 06/04, Kelurahan Pulau Kelapa, hilang diterjang ombak saat melaut.
"Kita masih terus lakukan penca rian. Mudah-mudahan bisa segera ditemukan"
Korban pergi melaut pada Minggu (15/2) pagi. Saat itu, cuaca di perairan Kepulauan Seribu Utara tengah dilanda angin kencang dan gelombang tinggi mencapai tiga meter. Namun, korban tetap nekat berlayar sendiri.

Salah seorang warga RT 02/02, Pulau Kelapa, Priyana (30) mengatakan, pihak keluarga memberitahu warga sejak kemarin setelah korban tidak kunjung pulang. Kemudian, setelah dilakukan pencarian, Senin (16/2) kapal milik korban ditemukan warga tanpa pemilik dalam kondisi mesin masih menyala di dekat Pulau Rosa, Kepulauan Seribu.

"Saat ditemukan pemiliknya sudah tidak ada. Sampai sekarang kita masih mencari keberadaan korban," ujarnya, Senin (16/2).

Warga, kata Priyana, menduga bapak satu anak tersebut hilang diterjang ombak. Sebab, pada saat melaut Minggu (16/2) kemarin, situasi angin dan ombak sedang tidak mendukung untuk pelayaran.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Kepulauan Seribu Utara, AKP Harsono Wagino, membenarkan hilangnya nelayan tersebut. Saat ini, pihaknya bersama warga masih melakukan pencarian di sekitar Pulau Rosa, tempat kapal ditemukan.

"Kita masih terus lakukan pencarian. Mudah-mudahan bisa segera ditemukan," tandasnya.(bjc)

Korban Kebakaran di Sawah Besar Diberi Bantuan

Setelah 10 hari tinggal di kolong Stasiun Sawah Besar, ribuan  warga korban kebakaran di Jalan Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (4/3), mulai kembali ke tempat tinggalnya masing-masing. Untuk membantu warga Pemkot Administrasi Jakarta Pusat juga telah membagikan alat penanak nasi dan terpal sebagai tempat tinggal sementara kepada 458 kepala keluarga.
" Selain terpal, kami juga mendistribusikan 458 alat penanak nasi elektrik kepada warga"
"Selain terpal, kami juga mendistribusikan 458 alat penanak nasi elektrik kepada warga," kata Mangara Pardede, Walikota Jakarta Pusat, Rabu (4/3).

Mangara juga mengimbau agar warga segera mengurus dokumen yang ikut terbakar dengan mendatangi kantor Kelurahan Karang Anyar. Pengurusan seluruh dokumen dipastikan tidak dipungut biaya.

“Kalau ada yang minta bayaran, catat namanya dan laporkan. Saya sendiri yang akan langsung menindak secara langsung. Semua dokumen akan diganti, termasuk surat tanah kita akan minta BPN untuk mempermudah,” jelas mantan Wakil Walikota Jakarta Utara ini.

Terkait bahan makanan untuk warga, lanjut Mangara, pihaknya sudah menyalurkannya melalui Ketua RT masing-masing. Bantuan bahan makanan itu berupa beras dan mie instan. 

Camat Sawah Besar, Henri Perez Sitorus menambahkan, dari sekitar 2.000 warga korban kebakaran, yang tinggal di pengungsian mencapai 1.340 jiwa. Sedangkan sisanya pindah ke rumah kos atau menumpang di rumah kerabatnya.(bjc)

Satpol PP Sita 35 Gerobak PKL di Jakpus

Satpol PP Jakarta Pusat kembali menggelar Operasi Rabu Tertib di sejumlah titik rawan pedagang kaki lima (PKL). Hasilnya sebanyak 35 gerobak PKL diamankan karena kepergok berjualan di lokasi-lokasi terlarang.
"Sebanyak 35 gerobak PKL ini kami angkut menggunakan dua truk untuk dibawa ke gudang Satpol PP di Cakung "
Penertiban yang melibatkan 50 personel Satpol PP ini memulai penertibannya di kawasan IRTI Monas. Di lokasi wisata ini petugas mengangkut tujuh gerobak PKL yang berjualan soto dan mie ayam.

Penertiban kemudian menyasar kawasan Jalan Gajah Mada dan Gambir. Dari dua lokasi ini, petugas mendapati delapan gerobak PKL yang mangkal di atas trotoar.  Sedangkan 20 gerobak PKL lainnya disita petugas dari kawasan Pasar Senen,Jalan Salemba Raya dan Jalan Kramat Raya.

"Sebanyak 35 gerobak PKL ini kami angkut menggunakan dua truk untuk dibawa ke gudang Satpol PP di Cakung," kata Maruli Sijabat, Kepala Seksi Operasional Satpol PP Jakarta Pusat, Rabu (4/3).

Sementara itu, Wakil Camat Senen, Prasetyo menduga, para PKL sudah tahu bakal ada Operasi Rabu Tertib. Pasalnya, sejumlah lokasi yang biasanya marak PKL justru terlihat sepi. Operasi ini untuk menegakkan Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

Belasan Jarum Suntik Narkoba Ditemukan di Tanah Tinggi

Puluhan bangunan liar yang diduga dijadikan tempat penggunaan dan peredaraan narkoba di Rumah Susun (Rusun) Tanah Tinggi, Jalan Baladewa, Johar Baru, Jakarta Pusat, dibongkar petugas Satpol PP, Rabu (4/3). Dalam penertiban tersebut petugas juga menemukan belasan jarum suntik narkoba.
" Pihak RT, RW, serta masyarakat sudah jenuh dengan adanya kegiatan transaksi narkoba. Petugas juga menemukan belasan jarum suntik "
Pembongkaran bangunan liar tersebut berjalan lancar. Dengan menggunakan linggis dan palu, petugas berhasil meratakan satu persatu bangunan dengan tanah.

Lurah Tanah Tinggi, Abdul Hakim, mengatakan ada 25 bangunan liar yang terindikasi sebagai tempat peredaran narkoba dibongkar. Penertiban tersebut atas permintaan masyarakat yang mengaku resah dengan adanya peredaran narkoba di lingkungan mereka.

"Pihak RT, RW, serta masyarakat sudah jenuh dengan adanya kegiatan transaksi narkoba. Petugas juga menemukan belasan jarum suntik," ujarnya.

Tindakan pembongkaran yang dilakukan aparat mendapat dukungan dari warga. "Warga sangat mendukung pemerintah membongkar bangunan liar ini. Semoga generasi muda di sini bebas dari narkoba," ucap Ahmad Abdulah Syafii, seorang warga.

1.015 Kendaraan Terjaring Razia Parkir Liar

Kesadaran masyarakat untuk memarkirkan kendaraan pada tempatnya masih sangat rendah. Buktinya, petugas Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Pusat berhasil menjaring sebanyak 1.015 kendaraan yang kedapatan parkir liar dalam operasi yang digelar selama bulan Februari 2015.
" Selama Februari, ada 1.015 kendaraan yang ditindak, Jumah ini sedikit berkurang dibanding Januari yang mencapai 1.305 kendaraan"
Dari jumlah itu, 380 kendaraan dikenakan sanksi tilang, 434 sepeda motor dan 81 mobil dicabut pentilnya, 92 kendaraan diderek, 22 sepeda motor dijaring, serta enam kendaraan dilarang operasi.

"Selama Februari, ada 1.015 kendaraan yang ditindak. Jumah ini sedikit berkurang dibanding Januari yang mencapai 1.305 kendaraan," kata Muslim, Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat, Selasa (3/3).

Dikatakan Muslim, kendaraan tersebut terjaring dari sejumlah kawasan seperti Tanah Abang, Roxy, dan Senen. Pihaknya, kata Muslim, akan terus menggelar razia terhadap kendaraan yang parkir di bahu jalan. "Kami menggelar razia dua kali dalam sehari," ujarnya.

Blok G Tanah Abang Akan Dijadikan Pusat Penjualan Batu Akik

Batu akik yang sedang tren di masyarakat menarik perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat. Untuk itu, Pemkot Jakarta Pusat akan menjadikan lantai III Blok G Pasar Tanah Abang sebagai pusat penjualan batu akik.
" Pada prinsipnya mereka setuju. Namun belum semua pedagang keluar dan dicabut izin penempatannya. Karena itu, minggu depan akan kami undang"
Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede, mengatakan, nantinya di lantai III pasar tersebut akan diisi oleh semua pedagang batu akik yang ada di Jakarta Pusat. Sementara, pedagang pakaian akan dipindahkan ke lantai II. Sejauh ini, PD Pasar Jaya mengaku setuju dengan rencana tersebut.

"Pada prinsipnya mereka setuju. Namun belum semua pedagang keluar dan dicabut izin penempatannya. Karena itu, minggu depan akan kami undang," ujar Mangara, Selasa (3/3).

Dikatakan Mangara, tujuan dijadikan lantai III Blok G Pasar Tanah Abang sebagai pusat perdagangan batu akik lantaran saat ini sedang menjadi tren. Selain itu, hal itu juga untuk meramaikan kawasan tersebut, sehingga tidak dijadikan tempat mangkal para pekerja seks komersial (PSK), sebab sudah banyak laporan dari masyarakat.

"Bulan depan akan kita dorong dan secepatnya akan kami realisasikan," ungkapnya (bjc)

Jajanan Sekolah di Jakut Ditemukan Mengandung Zat Berbahaya

Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta bersama dengan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara menggelar inspeksi mendadak (sidak) jajanan di sejumlah sekolah di Jakarta Utara, Senin (2/3) lalu. Setelah diuji di laboratorium ditemukan sejumlah makanan mengandung zat berbahaya jenis boraks, formalin, dan pewarna makanan yang membahayakan.
" Untuk kelanjutan penindakan merupakan kewenangan pemerintah daerah. Kalau tugas kita melakukan pengujian dari hulu hingga hilir apakah mengandung zat berbahaya"
Kepala BPOM di DKI Jakarta, Dewi Prawita Sari mengatakan, dari hasil sidak yang dilakukan terhadap 92 sampel, hasilnya 7 di antara jajanan mengandung bahan berbahaya bila dikonsumsi dalam jumlah banyak dan lama dapat menyebabkan penyakit kanker.

"Untuk kelanjutan penindakan merupakan kewenangan pemerintah daerah. Kalau tugas kita melakukan pengujian dari hulu hingga hilir apakah mengandung zat berbahaya," ujarnya, Rabu (4/3).
Dikatakan Dewi, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 28 tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Panganan, diatur tentang pengawasan merupakan domain pemerintah daerah.

Pihaknya berharap Pemprov DKI Jakarta, menganggarkan pengawasan terhadap panganan yang mengandung zat berbahaya bagi tubuh.

Wakil Walikota Jakarta Utara, Wahyu Haryadi mengatakan, segera merespon hasil lab dari BPOM tersebut. Pihaknya akan turun ke lokasi sekolah ditemukan jajanan yang mengandung zat berbahaya bagi tubuh dan memperingatkan pedagang dimaksud.

"Nanti kita cek secara berkala. Bila didapati masih menjual makanan yang mengandung zat berbahaya baru akan kita tindak," tegasnya.

Pembongkaran Lapak PKL di Pluit Ricuh

Pembongkaran puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berdiri di atas saluran air Jl Pluit Permai dan Jl Taman Pluit Permai, Pluit, Penjaringan diwarnai kericuhan. Sebab, saat akan ditertibkan, sejumlah orang coba menghalang-halangi petugas Satpol PP yang akan melakukan pembongkaran. Alhasil, aksi saling dorong dan adu mulut tak terhindarkan dalam penertiban kali ini.
"Tidak mungkin kita berlaku serampangan tanpa memberikan solusi. Pihak Pluit Village sudah sepakat memberikan tempat berjualan bagi para PKL "
Awalnya, jalannya pembongkaran yang dilakukan 300 personel Satpol PP dibantu TNI/Polri sejak pukul 10.00 berlangsung kondusif. Namun, saat petugas hendak membongkar lapak PKL di Jl Taman Pluit Permai, tiba-tiba saja sejumlah massa yang menggunakan atribut salah satu partai politik (parpol) coba menghalang-halangi petugas. Beruntung, aksi saling dorong dan adu mulut antara petugas dan massa bisa segera dilerai.

Camat Penjaringan, Yani Wahyu Purwoko mengatakan, penertiban sebetulnya sudah direncanakan sejak eks lokasi JU 34 tersebut tak lagi diperpanjang pada 2010. Baru, setelah ada lokasi untuk relokasi pedagang, pihaknya melakukan penertiban.

"Tidak mungkin kita berlaku serampangan tanpa memberikan solusi. Pihak Pluit Village sudah sepakat memberikan tempat berjualan bagi para PKL," ujar Yani, Senin (2/3).

Sebelum melakukan penertban, dikatakan Yani, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan berencana memindahkan pedagang ke Pluit Village, Rabu (4/3) mendatang. Bahkan, sambung Yani, pihak Sudin KUMKMP Jakarta Utara juga akan memberikan gerobak bagi PKL.

"Setelah kios permanennya siap tentu mereka bisa langsung menempati. Untuk hari ini, makanan yang sudah terlanjur dimasak PKL akan dibeli untuk kita makan bersama," tandasnya.(bjc)

Kerap Tergenang, Jalan Pluit Raya Ditinggikan

Banjir yang menggenangi ibu kota beberapa waktu lalu menyebabkan sejumlah ruas jalan rusak. Salah satunya Jalan Pluit Raya, Penjaringan, Jakarta Utara.
" Perbaikan sudah dilakukan sejak Sabtu (21/2) lalu dan semalam sudah rampung "
Guna mengantisipasi jatuhnya korban jiwa akibat jalan berlubang, Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Utara sejak sepekan lalu telah memperbaiki Jalan Pluit Raya, Jalan Pluit Selatan, dan Jalan Pluit Timur yang rusak akibat tergenang banjir awal Februari lalu.

Perbaikan dilakukan dengan menambal lubang dengan batu kerikil lalu diaspal dan meninggikan jalan setinggi 30 sentimeter. Selain itu, mulut-mulut saluran air di tepi jalan yang tersumbat lumpur juga turut dibersihkan.

Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Sudin Bina Marga Jakarta Utara, Arif Faizal Ritonga mengatakan, selama ini jalan tersebut kerap tergenang karena letaknya lebih rendah. Sedangkan sejumlah mulut-mulut saluran air yang ada di sekitar jalan tertutup lumpur sehingga aliran air dari jalan tidak mengalir ke saluran secara maksimal.

"Makanya jalan kita tinggikan 30 sentimeter. Selain itu, mulut-mulut saluran yang tersumbat lumpur kita bobok," ujarnya, Minggu (1/3).

Dikatakan Arif, secara keseluruhan luas Jalan Pluit Raya, Jalan Pluit Selatan dan Jalan Pluit Timur yang diperbaiki mencapai sekitar 3000 meter persegi. Diharapkan, setelah ditinggikan jalan tidak lagi tergenang dan berlubang.

"Perbaikan dilakukan sejak Sabtu (21/2) lalu dan semalam sudah rampung," tandasnya.

Serobot Fasilitas Umum, Pakiran Mal Dibongkar

Aparat Kecamatan Penjaringan membongkar paksa tempat parkir Mal Pluit Village di Jalan Pluit Indah Raya, Jakarta Barat. Pembongkaran dilakukan lantaran area parkir pusat perbelanjaan mewah itu telah menyerobot ruang publik.

" Kami akan kembalikan fungsinya menjadi jalan umum. Lahan parkir mal yang dibongkar sepanjang 400 meter dengan lebar 47 meter"

"Kami akan kembalikan fungsinya menjadi jalan umum. Lahan parkir mal yang dibongkar sepanjang 400 meter dengan lebar 47 meter," kata Yani Wahyu Purwoko, Camat Penjaringan, Minggu (1/3).
Pantauan beritajakarta.com, untuk memudahkan pembongkaran, pihak Kecamatan Penjaringan mengerahkan tiga alat berat. Direncanakan pembongkaran akan menghabiskan waktu hingga tiga hari. 

Menurut Yani, pengelola Mal Pluit Village sejak akhir Januari silam telah berjanji untuk membongkar sendiri areal parkirnya, namun hingga akhir Februari belum juga direalisasikan.
Sesuai peruntukkannya, lahan tersebut akan kembali dimanfaatkan sebagai jalan umum yang menghubungkan Jalan Putera dan Jalan Puteri dengan Jalan Pluit Permai Raya.

"Jalan ini akan segera dibuka untuk mengurai kemacetan di sekitar Jalan Pluit Permai Raya," ujar Yani.

Dikatakan Yani, selain membongkar areal parkir, pihaknya juga akan membangun empat jembatan di atas saluran penghubung. Keempat jembatan tersebut masing-masing memiliki panjang empat meter dan memiliki lebar sesuai dengan rencana jalan selebar 10 meter. Diperkirakan, pembangunan jembatan dengan material beton akan memakan waktu sekitar satu bulan.

"Diantara jalan nanti akan dibangun taman selebar 27 meter. Setelah parkiran dibongkar, pematangan jalan kita serahkan pada pengelola mal," tandas Yani.

2 Kapal Nelayan Terbakar di Muara Angke

Si jago merah menghanguskan dua unit kapal cumi yang tengah bersandar di Pelabuhan Muara Angke, Jumat (27/2). Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran itu mencapai Rp 5 miliar.
" Api akhirnya bisa dikuasai sekitar pukul 13.00. Saat ini kami masih melakukan pendinginan"
Kedua kapal yang terbakar yakni kapal Bandar Baru I seberat 59 GT dan kapal Armada Jaya seberat 28 GT.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kebakaran yang dialami dua kapal tersebut diduga berasal korsleting listrik pada kapal Bandar Baru I sekitar pukul 10.55. Dengan cepat, kobaran api langsung membesar dan menyambar kapal Armada Jaya yang tengah bersandar di sebelahnya.

Kepala Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara, Edi Putranto menuturkan, kencangnya tiupan angin membuat pihaknya kesulitan memadamkan kobaran api. Selain menerjunkan 20 unit mobil pemadam kebakaran, pihaknya juga mengerahkan dua unit kapal pemadam kebakaran untuk memadamkan api.

"Kami dibantu dua unit kapal pemadam kebakaran dari Kepulauan Seribu. Api akhirnya bisa dikuasai sekitar pukul 13.00. Saat ini kami masih melakukan pendinginan," katanya.

Dikatakan Edi, kebakaran diduga dari korsleting listrik di ruang kapten Kapal bandar Baru I. Kencangnya tiupan angin, membuat api langsung menyambar ke kapal Armada Jaya yang bersandar di sebelah kapal Bandar Baru I.

Kepala UP Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Nugroho Samsyubagio menambahkan, meski terjadi kebakaran, aktivitas pelabuhan di Muara Angke tidak terganggu. Sebab, kebakaran tidak sampai menghambat jalur masuk keluar kapal ke pelabuhan.

"Hanya sempat membuat kepanikan saja tadi. Akibat kapal terbakar kerugian kita perkirakan mencapai Rp 5 milyar," tandasnya.(bjc)

Enam Rumah di Sunter Agung Ludes Terbakar

Kebakaran kembali terjadi di pemukiman padat penduduk di Jakarta Utara. Sebanyak enam rumah di RT 23/01, Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok, ludes dilalap si jago merah, Kamis (26/2) dinihari tadi. Beruntung tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 300 juta.
" Api berhasil kita kuasai sekitar pukul 06.00. Kebakaran diduga akibat korsleting listrik dari rumah pak Sugimin"
Informasi yang diperoleh di lapangan menyebutkan, api mulai berkobar sekitar pukul 03.45. Kebakaran diduga akibat hubungan pendek arus listrik dari salah satu rumah warga bernama Sugimin (40).

Warga yang mengetahui ada kebakaran berupaya memadamkan kobaran api menggunakan peralatan seadanya. Namun upaya warga tidak berhasil. Kondisi bangunan yang terbuat dari bahan mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar.

Api baru berhasil dipadamkan setelah 16 unit mobil pemadam tiba di lokasi kejadian. "Api berhasil kita kuasai sekitar pukul 06.00. Kebakaran diduga akibat korsleting listrik dari rumah pak Sugimin," kata Edi Putranto, Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara.(bjc)

20 Lapak PKL di Jl TB Simatupang Ditertibkan

Sekitar 20 lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berada di Jalan TB Simatupang, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, ditertibkan petugas Satpol PP, Rabu (4/3). Puluhan PKL ini diketahui sudah berjualan di lahan milik Pemprov DKI Jakarta tersebut lebih dari 10 tahun.
" Kita sudah berikan peringatan kepada para pedagang, tapi masih banyak yang belum pindah"
"Kita sudah berikan peringatan kepada para pedagang, tapi masih banyak yang belum pindah. Makanya hari ini langsung kita bongkar saja," ujar Edi Margono, Lurah Cilandak Timur.

Puluhan lapak PKL yang dibongkar itu antara lain berjualan tanaman, batu alam, makanan, minuman hingga loket penjualan bus AKAP.

"Seluruh lapak kita bongkar, termasuk lapak berbentuk permanen. Kami juga tidak menyediakan tempat relokasi. Tapi kalau ada yang mau pindah ke PD Pasar Jaya atau lokasi binaan, bisa kita jembatani," ujar Edi.

Burhan (51), salah satu pedagang batu alam mengaku, memang sudah disosialisasikan tentang larangan berdagang di lokasi tersebut. "Iya sudah dari sebulan yang lalu diberitahu. Ya mau bagaimana memang bukan tanah kita, sekarang pindah ke Bogor," tuturnya.

Jl Ciledug Raya Akan Diberlakukan Contra Flow

Untuk mengatasi kemacetan akibat pembangunan jalan layang bus Transjakarta Ciledug-Blok M di Jl Cileduk Raya dan jalan yang dilewati proyek tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan berencana melakukan contra flow di Jl Ciledug Raya pada jam berangkat dan pulang kantor.
" Kita berencana akan melakukan contra flow di sejumlah titik yang dilewati termasuk jalan tersebut"
"Memang pembangunan itu akan menimbulkan kemacetan yang cukup signifikan di Jalan Ciledug Raya. Kita berencana akan melakukan contra flow di sejumlah titik yang dilewati termasuk jalan tersebut," ungkap Priyanto, Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Sabtu (28/2).

Menurut Priyanto, dengan luas jalan yang tidak terlalu lebar contra flow merupakan solusi yang paling memungkinkan. Apalagi, volume kendaraan yang melewatinya tidak sebanding dengan rasio jalan.

"Pagi hari kami akan memberlakukan contra flow dari arah Ciledug ke Jalan Kapten Tendean karena arus lalu lintas padat dari arah Ciledug. Sore hari, kami berlakukan arah sebaliknya," kata Priyanto.
Namun begitu, lanjut Priyanto, penerapan contra flow belum bisa dilakukan segera. Karena efektifnya, sistem ini bisa diberlakukan saat pembangunan fisik. "Nanti kita laksanakan kalau sudah mulai pembangunan fisik," ucapnya.

Priyanto mengatakan, saat ini pihaknya hanya bisa melakukan penertiban kepada angkutan umum yang menghambat arus lalu lintas. "Sementara ini, kita baru bisa menertibkan angkutan umum yang berhenti sembarangan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas," ucapnya.

Sementara, Walikota Jakarta Selatan, Syamsuddin Noor mengatakan, pihaknya akan bertemu sejumlah pemangku kebijakan untuk membahas kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi di wilayah itu. "Saat ini kami baru bisa menertibkan pedagang kaki lima dan angkutan umum yang berhenti sembarangan. Memang kepadatan lalu lintas pasti terjadi, tapi ya jangan sampai pengguna jalan terjebak kemacetan dalam waktu yang lama," ujarnya.(bjc)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. Pewarta Jakarta - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger